Rabu, 19 November 2014

Bahaya Trauma

Trauma
Trauma berasal dari bahasa Yunani yang berarti luka (Cerney, dalam Pickett, 1998). Kata trauma digunakan untuk menggambarkan kejadian atau situasi yang dialami oleh korban. Kejadian atau pengalaman traumatik akan dihayati secara berbeda-beda antara individu yang satu dengan lainnya, sehingga setiap orang akan memiliki reaksi yang berbeda pula pada saat menghadapi kejadian yang traumatik.  Pengalaman traumatik adalah suatu kejadian yang dialami atau disaksikan oleh individu, yang mengancam keselamatan dirinya (Lonergan, 1999). Oleh sebab itu, merupakan suatu hal yang wajar ketika seseorang mengalami shock baik secara fisik maupun emosional sebagai suatu reaksi stres atas kejadian traumatik tersebut. Kadangkala efek aftershock ini baru terjadi setelah beberapa jam, hari, atau bahkan berminggu-minggu. Respon individual yang terjadi umumnya adalah perasaan takut, tidak berdaya, atau merasa ngeri. Gejala dan simtom yang muncul tergantung pada seberapa parah kejadian tersebut. Demikian pula cara individu menghadapi krisis tersebut akan tergantung pula pada pengalaman dan sejarah masa lalu mereka.
Menurut Stamm (1999), stres traumatik merupakan suatu reaksi yang alamiah terhadap peristiwa yang mengandung kekerasan (seperti kekerasan kelompok, pemerkosaan, kecelakaan, dan bencana alam) atau kondisi dalam kehidupan yang mengerikan (seperti kemiskinan, deprivasi, dll). Kondisi tersebut disebut juga dengan stres pasca traumatik (atau Post Traumatic Stress Disorder/ PTSD). Menurut Pickett (1998), ada dua bentuk simtom yang dialami oleh individu yaitu : (1) adanya ingatan terus menerus tentang kejadian atau peristiwa tersebut, dan (2) mengalami mati rasa atau berkurangnya respon individu terhadap lingkungannya. Kondisi tersebut selanjutnya akan mempengaruhi fungsi adaptif individu dengan lingkungannya. Seringkali, peristiwa yang traumatik akan sangat menyakitkan sehingga bantuan dari para ahli akan diperlukan dalam mengatasi trauma yang dialami. http://rumahbelajarpsikologi.com
Bahaya Trauma
Apapun penyebab trauma yang kita hadapi, kita tak boleh terlena olehnya, kita diberi kemampuan oleh Sang Pencipta untuk mengatasi segala persoalan hidup. Akibat trauma yang berkepanjangan, menyebabkan seseorang sulit bertindak, kurang percaya diri dan penuh ketakutan. Orang trauma sulit memulai sebuah usaha baru, karena mungkin terbayang akan kegagalan masa lalu. Masa lalu yang sulit atau pernah gagal dapat menyebabkan seseorang hidup dalam bayangan kegagalan dan over pertimbangan. Mulai saat ini, anda harus berkata pada diri sendiri, hei trauma pergilah dari diriku, pergilah dari pikiranku. Jangan biarkan diri anda hidup dalam kebingungan dan tekanan berkepanjangan. Semua boleh terjadi apa saja dalam dunia ini tetapi sikap harus bangkit kembali mesti ditanamkan didalam hati sanubari yang paling dalam. Bangkitlah dari trauma anda dan kejar apa yang harus anda kejar maka anda akan mendapatkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar